Faedah Ibadah Umrah Dibulan Ramadhan

Faedah-faedah Ibadah Umrah Bulan Ramadhan

Soal:

Mana yang lebih utama, umrah di bulan Ramadhan atau di bulan Dzulqa’dah?

Jawab:

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad dan segala temannya, amma ba’du

Umrah di bulan Ramadhan ada dalam sebuah hadits dalam Shahihain dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada seorang wanita,

فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

“Umrah di bulan Ramadhan pahalanya seperti ibadah haji”

dalam riwayat lain disebutkan,

حَجَّةً مَعِي

“(pahalanya seperti) haji bersamaku”

Karenanya keutamaan Umrah di bulan Ramadhan menonjol terang dari perkataan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah dikala beliau mengatakan, “pahalanya seperti haji”. Berdasarkan hadits tersebut para ulama berkesimpulan bahwa pahala umrah Ramadhan sama seperti haji, bagi segala yang berumrah di bulan Ramadhan.

Namun beberapa ulama beranggapan bahwa hadits ini khusus untuk wanita yang menjadi sebab datangnya hadits ini. Saat Rasulullah bertanya kepadanya, “Mengapa engkau tidak berhaji bersamaku?” yang kemudian dijawab sebab kurangnya fasilitas, sehingga suaminya bisa berhaji bersama Rasulullah, padahal wanita ini konsisten tinggal di rumahnya untuk mengurusi urusan rumah tangganya.

Karenanya kemudian Rasulullah berkata kepadanya, “Apabila nanti datang bulan Ramadhan, karenanya berumrahlah, sebab umrah di bulan Ramadhan pahalanya sama seperti ibadah haji”.

Beberapa ulama beranggapan bahwa keutamaan ini khusus untuk wanita ini saja. Di antaranya perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, bisa dipahami dari perkataan beliau bahwa ini cuma khusus untuk wanita ini. Akan tapi pendapat beberapa besar para ulama dan para spesialis hadits bahwa keutamaan itu bukan cuma khusus untuk wanita tersebut akan tapi untuk segala orang yang berumrah pada bulan Ramadhan.

Oleh karenanya Imam Bukhari menempatkan hadits ini pada ‘Bab: Umrah Di Bulan Ramadhan‘. Adapun Imam Muslim menempatkannya pada ‘Bab: Keutamaan Umrah Di Bulan Ramadhan’. Penempatan bab yang diberi oleh Imam Bukhari menonjolkan penjelasan beliau mengenai hal itu, demikian juga penempatan bab oleh Imam Muslim. Sehingga, para ulama dari kalangan spesialis hadits dan spesialis fikih secara lazim menyebutkan bahwa keutamaan umrah di bulan Ramadhan ini berlaku untuk segala yang berumrah, bukan cuma khusus untuk wanita yang disebutkan dalam hadits.

 yang berhubungan dengan umrah di bulan Ramadhan dan keutamaannya. Pertama, apakah ada keutamannya? Ya, pahalanya seperti ibadah haji. Kedua apakah itu lazim atau khusus untuk orang tertentu? Karenanya itu lazim untuk segala yang berumrah, dalilnya ialah keumuman sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa umrah di bulan Ramadhan pahalanya sama seperti ibadah haji.

Adapun perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ialah dalam rangka menjelaskan kekeliruan beberapa orang yang umrah berulang-ulang, masuk Mekkah kemudian keluar lagi kemudian masuk lagi dan seterusnya, sehingga umrah-umrah berulang tidak termasuk dalam sabda Nabi “pahalanya sama seperti ibadah haji”.

Kemudian yang perlu dipandang juga ialah bahwa perkara ini ialah problem pahalanya. Apabila ada yang bertanya, “bagaimana mungkin sama seperti haji? Meski amalan yang dilaksanakan dikala haji lebih banyak?”. Karenanya ini sebagaimana sabda Rasul tentang surat Al Dada yang sekali membacanya sebanding dengan 1/3 al Quran, padahal cuma 4 ayat saja. Karenanya yang disamakan ialah pahalanya, padahal pada ibadah haji lebih banyak aktivitasnya dan kesusahannya.

Adapun yang berhubungan dengan mana yang lebih utama umrah di bulan ramadhan atau umrah di bulan Dzulqa’dah. Karenanya yang perlu dikenal ialah tidak ada satupun penjelasan dari Nabi yang menjelaskan keutamaan umrah di bulan Dzulqa’dah . Akan tapi yang ada ialah sebuah fakta bahwa umrah yang Nabi lakukan selalu dilaksanakan di bulan Dzulqa’dah. Oleh sebab itu, dikala Allah selalu memilihkan bulan Dzulqa’dah sebagai waktu umrah Nabi, terjadi perselisihan antara para ulama mana yang lebih utama, umrah di bulan Ramadhan atau di bulan Dzulqa’dah. Karena Nabi selalu menjalankan umrah di bulan Dzulqa’dah.

Jumhur ulama beranggapan bahwa keutamaan umrah di bulan Ramadhan itu lebih kuat. Adapun Umrah di bulan Dzulqa’dah, tidak ada dalil yang menjelaskan keutamaannya kecuali keutamaan menyesuaikan diri dengan tindakan Nabi. Umrah di bulan Ramadhan ada dalil yang menyebutkan keutamaannya, tidak seperti umrah di bulan Dzulqa’dah padahal umrah di bulan Dzulqa’dah pun ialah sebuah ibadah yang utama. Sehinga umrah dibulan Ramadhan layak dengan sunnah yang Rasulullah ucapkan.

Keutamaan umrah di bulan Ramadhan ialah sepadan pahalanya dengan pahala ibadah haji, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun Umrah di bulan Dzul Qo’dah keutamaannya ialah mencocoki apa yang dilaksanakan Nabi, sebab Nabi tiap-tiap berumrah selalu dilaksanakan di bulan Ramadhan. Akan tapi pendapat beberapa besar ulama Fikih maupun Hadits ialah bahwa umrah di bulan Ramadhan itu lebih utama.

Satu hal yang perlu dipandang juga, yang mengherankan ialah apa yang dilaksanakan beberapa orang sesudah ia mendengar pendapat salah seorang alim atau guru atau Syaikh, kemudian jikalau dikatakan kepadanya bahwa problem ini ada beberapa pendapat, karenanya ia katakan, “Si Fulan yang beranggapan berbeda itu, begini dan seperti itu”. Aduhai saudaraku, perkaranya luas dan bukan sebagai sarana untuk mentahdzir orang dalam problem ini. Ibnul Qayyim rahimahullah dikala menyebutkan problem ini, beliau mengatakan bahwa ini ialah opsi, siapa yang memiliki ilmu yang lebih dalam tentang problem ini, karenanya hendaknya ia memberi faidah kepada kami. Lihat bagaimana ulama bersikap dalam problem khilaf seperti ini. Jangan engkau jadikan pendapat seorang Syaikh atau seorang Alim dalam problem yang diperselisihkan seperti ini, menjadi pemisah dan pemecah belah antara manusia.  ialah problem opsi, jikalau pendapat yang engkau ambil itu ialah pendapat seorang Alim, karenanya di sana juga ada ulama lain yang beranggapan beda. Sehingga sepatutnya kita bersikap dalam problem seperti ini dengan bagus, lembut dan hening. Jangan sampai seseorang ta’ashub dengan pendapat yang telah terang ada perselisihan yang kuat di antara ulama tentang hal itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *