Harga Pasang Kubah Masjid Di Jawa Barat

Di kota Sukabumi terdapat sebuah bangunan masjid yang merupakan masjid terbesar dan juga tertua di Kota Sukabumi, Masjid Agung Sukabumi ini terletak di wilayah kabupaten Gunung Parang, kabupaten Cikole, kota Sukabumi.

Letak dan lokasi masjid ini sangat strategis karena sangat dekat dengan bangunan Pendopo di Kabupaten Sukabumi, juga dekat dengan Alun-alun Kota Sukabumi, dan tidak kurang dari 500 m dari pusat perbelanjaan di Kota Sukabumi. 

Harga Pasang Kubah Masjid Di Jawa Barat

Tidak terlalu menarik, jika Masjid Agung Sukabumi berdiri dan juga agak jauh dari Gereja Sidang Jemaat Kristus, yang disebut sebagai tempat ibadah Kristen Protestan tertua di kota Sukabumi, ini menunjukkan apakah kerukunan antar agama masyarakat di Sukabumi benar-benar terhubung dengan baik.

Berdasarkan cerita dari berbagai komunitas lokal, jika Masjid Agung kota Sukabumi dibuat di tanah wakaf Ahmad Juwaeni, yang dilakukan pada akhir abad ke-19, dan masjid ini adalah tempat merah dan putih Bendera pertama kali dinaikkan di daerah Sukabumi, meskipun tidak jelas. sejak tahun itu masjid ini pertama kali dibangun.

Sejarah Awal Masjid Agung Kota Sukabumi

Pada saat itu, niatnya adalah untuk membangun masjid yang didirikan pada akhir abad ke-19, yang jelas dibuktikan dengan adanya bukti nyata dalam bentuk foto atau dokumentasi masjid yang dibangun pada tahun 1890. setelah Kristus dicatat. 

Masjid Agung Sukabumi telah menjadi salah satu bangunan masjid yang berdiri di tengah Kota Sukabumi hingga akhir abad ke-19. Bangunan masjid baru lainnya diciptakan setelah memasuki abad ke-20. 

Pada masa kolonial Belanda masjid ini menjadi sangat sentral dan juga kondisi untuk perjuangan khusus bagi orang-orang Kota Sukabumi, yang harus berurusan dengan pasukan pendudukan yang berbeda.

Selama masjid berdiri hingga 2015, Masjid Agung Sukabumi telah mengalami beberapa tahap renovasi dalam rasio besar yang terjadi sekitar enam kali. Restorasi ini dilakukan pada tahun 1900, 1936, 1945, 1975, 2004 dan 2012. Restorasi terakhir ke bentuk saat ini dilakukan pada 2012 dan setelah 2013.

Sejarah restorasi masjid Agung Kota Sukabumi

Perbaikan terakhir Masjid Agung Kota Sukabumi dilakukan dengan pemasangan blok bangunan pertama oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan walikota Sukabumi saat itu, Mokh Muslikh Abdussyukur, yang berlangsung pada 18 Februari 2012. 

Peresmian Masjid Agung Kota Sukabumi terjadi setelah sebagian besar restorasi. yang dilakukan pada 12 Mei 2013 dan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Walikota Sukabumi, Mokh Muslikh Abdussyukur.

Bangunan masjid baru setidaknya diciptakan oleh juara kompetisi desain masjid, seorang arsitek dari Bandung, Dedi Sudarmawan. Apa yang membuat bangunan masjid ini terlihat sangat mewah dan tentunya terlihat begitu spesial dengan penambahan kubah masjid yang di dominasi oleh warna kuning keemasan. 

Biasanya ada ornamen dengan berbagai jenis senjata tradisional yang tidak lain adalah ciri khas provinsi Jawa Barat, golok di setiap menara. Ini juga menunjukkan kombinasi antara Islam dan budaya lokal.

Secara terstruktur Masjid Agung Kota Sukabumi juga merupakan sebuah bangunan masjid yang sangat indah, menurut ungkapan dari salah satu pihak Kontraktor Kubah Masjid Enamel menjelaskan bahwa masjid Agung Kota Sukabumi ini mempunyai Kubah Masjid yang berbahan dasar dari Enamel,yang mana bahan enamel ini merupakan bahan yang sangat umum untuk diaplikasikan pada kubah masjid dengan berbagai model serta desain yang futuristik.

Ketika masjid dibangun, itu belum sepenuhnya selesai, hanya 94%. Jadi masjid agung kota, ketua masjid DKM, dipegang oleh walikota Sukabumi, Mokh Muslikh Abdussyukur, ia adalah sosok dibalik ide yang menyarankan agar terjadi sebuah restorasi terakhir pada Masjid Agung Kota Sukabumi ini.

Yang juga dulunya sempat terganggu selama proses pengembangan karena adanya kemacetan lalu lintas,yang biasanya terjadi di jalan Jakarta-Sukabumi yang mana jalan tersebut merupakan jalan utama untuk mendatangkan pasokan bahan bangunan untuk pembangunan masjid ini.

Mengacu pada informasi dari walikota Sukabumi pada saat pelantikan, restorasi Masjid Agung Kota Sukabumi telah menghabiskan beberapa puluh miliar rupiah untuk dana dari kerja sama semua orang dan pemerintah Kota Sukabumi. 

Diantaranya dengan pergerakan uang wakaf (target). Selain itu, pembangunan masjid ini juga mendapat bantuan dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Sumber dana pembangunan

Prediksi awal pembangunan masjid ini juga membutuhkan dana yang relatif besar, yaitu Rp. Rupiah 25 miliar. 

Dan uang itu datang dari Gubernur Jawa Barat dengan biaya Rp9 miliar pada waktu itu, kemudian dikaitkan dengan sumber daya APBD Kota Sukabumi dengan biaya Rp1 miliar, serta kontribusi dari penduduk dengan total sekitar Rp3 miliar. 

Dana tersebut kemudian ditambahkan dari anggaran Kota Sukabumi untuk menggantikan Rp2,5 miliar, dan idenya adalah kontribusi Rp8 miliar dari gubernur.

Yang pertama adalah sekitar Rp 2 miliar, tetapi telah diperoleh dari sumbangan dari penduduk dan dana dari berbagai pegawai negeri sipil (PNS).

Arsitektur masjid

Desain dan konstruksi Masjid Agung kota Sukabumi setelah perbaikan pada tahun 2013 masih mempertahankan skema bangunan masjid, dengan bangunan utama memiliki kubah berbentuk bulat, kemudian juga menambahkan empat menara dan di empat menara juga ada penjaga, meskipun memiliki bentuk seluruh switch sepenuhnya.

Direncanakan akan menjadi bangunan masjid modern, dengan kubah utama, kubah yang berukuran cukup besar dan juga akan ditambahkan ke kubah bundar berukuran lebih kecil di beranda. Warna emas mendominasi kubah masjid ini. 

Empat menara masjid ini mendapatkan sentuhan emas, selain itu ada juga bagian atas, serta beberapa ornamen luar dan ornamen masjid, yang juga mendapat sentuhan warna yang hampir sama.

Yang sangat menarik dan keunikan masjid ini adalah bagian atas menara yang tidak menggunakan kubah, tetapi menggunakan bentuk dasar bilah Kujang, yang disebut senjata khas warga Sunda, disusun secara simetris seperti kubah. Ornamen ini cukup menarik karena tidak ditemukan di masjid-masjid lain di Jawa Barat.

Bagian dalam masjid dilapisi dengan lilitan emas, kemudian empat pilar utama, serta pilar-pilar yang mengarah ke atap surga ke sisi mihrab, juga dikombinasikan dengan penggunaan dasar putih. 

Lafazd Allah dan mereka semua sangat sederhana dibangun dan dibentuk dan setelah itu hati di dinding kiblat di mihrab diletakkan dalam warna gelap. Untuk sesaat, karpet masjid berwarna merah, karpet yang dipesan khusus sesuai dengan desain dan tata ruang masjid, lembut dan indah.

Seperti masjid-masjid di sekitar kota-kota lain, ada sebuah ruangan di bagian utama masjid yang terlihat luas dengan karpet merah dominan. Sejumlah pos di sudut-sudut ruangan berdiri kokoh.

Di lantai dua masjid, dominasi warna merah digantikan oleh sajadah dengan nuansa hijau. Dari lantai dua ini, pengunjung dapat menikmati seluruh bangunan masjid, baik lantai bawah dengan karpet merah dan bagian atas dihiasi dengan lampu gantung besar. 

Bagi sebagian pengunjung, kenikmatan umum masjid dapat dirasakan dari lantai dua ini.

Terkait dengan kegiatan syiar dan keagamaan, masjid ini juga dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan keislaman di masyarakat kota Sukabumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *