Nuansa Nabawi di Masjid Agung Trans Studio Bandung

Masjid Raya Trans Studio Bandung adalah bangunan masjid yang sebelumnya terinspirasi oleh desain Masjid Nabawi di kota Madinah. Masjid Agung Trans Studio didominasi oleh warna emas yang disajikan secara pribadi di bagian luar masjid ini. Pilihan warna coklat, putih dan emas adalah salah satu keindahan tak tertandingi dari masjid ini.

Masjid Trans Studio memiliki luas bangunan sekitar 1800 m2 dan terdiri dari dua lantai, yaitu lantai dasar dengan megazin. Masjid ini juga menampung hingga 2.000 orang percaya. Di ruang bawah tanah ada juga ballroom IBIS Trans Studio Bandung, masing-masing dengan luas sekitar 1200 m². Ruangan ini dapat digunakan untuk banyak acara seperti resepsi, pertemuan, dan buka puasa ketika Ramadhan tiba.

Untuk melihat dan merasakan bahwa Muslim sekarang mampu menghadapi masalah ekonomi, terutama dalam skala yang ada banyak penggemar antusias dari beberapa pengunjung mal, terutama wanita / wanita Muslim yang datang dengan pakaian yang sudah menjadi hukum Syariah masih modis.

Nuansa Nabawi di Masjid Agung Trans Studio Bandung

Keadaan ini, terlihat di pusat keramaian atau tempat wisata yang dikunjungi oleh masyarakat, hanya memiliki ruang shalat kecil. Tak jarang Anda juga menemukan alat ibadah seperti Kenah dan sarung tangan yang kurang bersih. Demikian juga, kondisi masjid atau mushala di pusat keramaian kurang diperhatikan. Akibatnya, masjid atau mushala di tengah kerumunan perlahan mulai identik dengan daerah kumuh.

Oleh karena itu, Bapak Chairul Tanjung juga memiliki inisiatif untuk membangun infrastruktur untuk tempat ibadah yang cocok untuk komunitas Muslim Tengah dan Atas di distrik perbelanjaan, dengan tujuan juga memperhatikan pertanyaan tentang ibadah. Itu sebabnya bangunan masjid dibangun di dekat kawasan bisnis.

Masjid ini juga didedikasikan untuk ibu dari Pak Chairul Tanjung. Apa yang membuatnya bangga dan bahagia ketika melihat putranya, yang sukses di berbagai bidang bisnis seperti perhotelan dan pusat perbelanjaan dan yang menjadi salah satu pendiri televisi swasta dan lainnya, yang tidak membuatnya merasa bahwa anak-anak kesayangannya berhasil tanpa untuk melakukannya ada masjid tempat anaknya membangun.

Pembangunan masjid besar Transstudio akan memakan waktu setidaknya dua tahun dan akan berfungsi sebagai sarana ibadah mulai November 2014. Awalnya, masjid hanya digunakan selama empat waktu sholat, yaitu Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Baru pada bulan April 2015 masjid dibuka untuk salat Subuh.

Jika Anda melihat lebih dekat pada bagian luar bangunan masjid ini, akan ada ornamen yang menyerupai bangunan marmer putih dan granit dengan kombinasi warna coklat, abu-abu, dan hitam. Terutama di lengkungan setiap jendela, yang pada bagian ini juga dibangun sangat mirip dengan lengkungan di bangunan masjid Nabawi. Selain itu, marmer putih kualitas tinggi yang sama digunakan untuk produksi masjid ini seperti untuk marmer masjid Nabawi.

Menurut paparan dari Pembuat Kubah Masjid menjelaskan bahwa masjid ini mempunyai kubah masjid terdiri dari 5 kubah yang dibungkus perak dan emas. Dicat dalam emas untuk kubah induk, kemudian juga dilapisi dengan lapisan emas murni dan kemudian dilapisi kembali dengan ornamen yang terbuat dari kaca atau (mosaik). Sementara bagian makara bagian atas masjid juga terbuat dari kuningan, yang telah dilapisi dengan emas murni.

Bagian interior bangunan kubah masjid telah dihiasi dengan banyak kaligrafi yang menulis bagian-bagian Al-Quran yang menambah keindahan batin bangunan kubah masjid.

Anda juga dapat menemukan warna emas yang sangat tebal di dalam masjid, terutama di bagian depan atau aula masjid dan juga di area mimbar pengkhotbah. Sementara mimbar sisi kanan atau kiri juga dihiasi dengan kaligrafi yang dibaca Asmaul Husna, yang juga memiliki warna emas.

Interior masjid juga tersedia sebagai lampu gantung emas tiga tingkat yang beratnya 2,8 ton dan terlihat sangat indah dan megah. Semua ini menjadikan masjid ini salah satu masjid paling indah dan megah di Indonesia.

Lantai dasar masjid juga dapat digunakan sebagai ruang sholat utama. Lantai mezzanine bertindak sebagai tempat ibadah kedua. Lantai berikutnya adalah lantai dasar yang bisa digunakan sebagai ruang serbaguna untuk acara apa pun.

Sementara ada lantai atau pondasi berupa material beton untuk bagian struktural bangunan di masjid ini, yang digunakan sebagai dinding penahan pada struktur lantai beton. Struktur bangunan bagian atas masjid untuk balok dan juga pelat lantai juga menggunakan bahan yang terbuat dari bahan beton.

 Struktur kubah juga bisa menggunakan bahan beton. Di dalam masjid ini, struktur bangunan yang terbuat dari marmer, plester, kuningan, fibro dan juga sedikit bahan yang terbuat dari baja ringan digunakan. Bangunan kubah juga dilengkapi dengan mosaik.

Bahan kubah beton ini memiliki kekuatan tekan yang jauh lebih tinggi daripada bahan kubah lainnya. Material beton bertulang memiliki ketahanan api dan air yang sangat tinggi.

Selain itu, bahan yang akan digunakan sebagai struktur juga merupakan salah satu bahan terbaik untuk bangunan yang sering bersentuhan dengan air. Selain itu, dalam kasus sering terjadi kebakaran, bahan-bahan ini diselaraskan dengan intensitas rata-rata dan tahan api, dan palang struktural pada ketebalan penutup beton sangat memadai dan sangat cocok untuk melindungi tulang penyangga bangunan masjid hanya nanti, hanya rusak di permukaan dan tidak rusak. runtuh sepenuhnya.

Banyak bangunan masjid juga menggunakan bahan beton untuk kubah, termasuk Masjid Agung Trans Studio Bandung. Bagi Anda yang ingin membangun masjid dan memilih bahan yang cocok untuk masjid Anda, Anda bisa menggunakan bahan beton ini.

Setidaknya ada banyak tamu hebat yang telah mengunjungi masjid ini. Salah satunya adalah imam besar Masjidil Harom, yaitu Sheikh Adil Alkalbani dan juga muazin Masjid Agung, dan ada juga tamu dari negara Palestina yang telah memiliki waktu untuk mengisi salah satu topik studi.

Tamu penting lainnya adalah Sheikh Ali Jaber, Aa Gym, Mamah Dedeh dan Ustadz Wijayanto. Selain itu, ada juga Indadari, Peggy Melati Sukma, Ummi Pipik Dian Irawati dan tokoh masyarakat seperti gubernur Jawa Barat dari 2019 hingga 2024, yaitu Pak Ridwan Kamil dan istrinya, dan ada juga mantan gubernur Jawa Barat di periode 2009 hingga 2019, yaitu Pak Ahmad Heryawan dan istrinya.

Sekilas info mengenai Kubah Masjid yang mana sejarah awal bangunan kubah masjid yang sebenarnya tidak berasal dari sejarah arsitektur Islam. Memang, dalam Islam ada tradisi budaya fisik langsung dari bentuk arsitektur bangunan. Tetapi Islam adalah kesempatan bagi semua orang untuk membuat keputusan tergantung pada alasannya.

Jadi jangan heran jika hampir semua budaya tahu dan memahami kubah. Faktanya, hampir semua orang memiliki kubah. Dari waktu ke waktu bentuk kubah masih menjadi struktur keinginan. Untuk menyesuaikan perubahan dan juga diameter kubah awal tidak bagus. Namun seiring waktu, ukuran kubah dan struktur kubah tumbuh dan meningkat.

Berapa lama Islam menggunakan kubah?

Karena kubah itu bukan dari budaya arsitektur Islam, muncul pertanyaan tentang kapan Islam menggunakan kubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *